DAMPAK SPIRITUAL
Adiksi terhadap narkoba membuat seorang pecandu menjadikan narkoba
sebagai prioritas utama didalam kehidupannya. Narkoba adalah pusat
kehidupannya, dan semua hal/aspek lain dalam hidupnya berputar di
sekitarnya. Tidak ada hal lain yang lebih penting daripada narkoba, dan
ia menaruh kepentingannya untuk menggunakan narkoba di atas
segala-galanya. Narkoba menjadi jauh lebih penting daripada istri,
suami, pacar, anak, orangtua, sekolah, pekerjaan, dll.
Ia berhenti melakukan aktivitas-aktivitas yang biasa ia lakukan sebelum
ia tenggelam dalam penggunaan narkobanya. Ia tidak lagi melakukan
hobi-hobinya, menjalani aktivitas normal seperti sekolah, kuliah, atau
bekerja seperti biasa, bila sebelumnya ia termasuk rajin beribadah bisa
dipastikan ia akan menjauhi kegiatan yang satu ini, apalagi dengan
khotbah agama yang selalu didengar bahwa orang-orang yang menggunakan
narkoba adalah orang-orang yang berdosa.
Ini menyebabkan pecandu seringkali hidup tersolir, ia hidup dalam
dunianya sendiri dan mengisolasi dirinya dari dunia luar, yaitu dunia
yang tidak ada hubungannya dengan narkoba. Ia menjauhi keluarga dan
teman-teman lamanya, dan mencari teman-teman baru yang dianggap sama
dengannya, yang dianggap dapat memahaminya dan tidak akan mengkuliahinya
tentang penggunaan narkobanya.
Narkoba dianggap sebagai sahabat yang selalu setia menemaninya.
Orangtua bisa memarahinya, teman-teman mungkin menjauhinya, pacar
mungkin memutuskannya, bahkan Tuhan mungkin dianggap tidak ada, tetapi
narkoba selalu setia dan selalu dapat memberikan efek yang
diinginkannya…
Secara spiritual, Narkoba adalah pusat hidupnya, dan bisa dikatakan
menggantikan posisi Tuhan. Adiksi terhadap narkoba membuat penggunaan
narkoba menjadi jauh lebih penting daripada keselamatan dirinya sendiri.
Ia tidak lagi memikirkan soal makan, tertular penyakit bila sharing
needle, tertangkap polisi, dll.
Adiksi adalah penyakit yang mempengaruhi semua aspek hidup seorang
manusia, dan karenanya harus disadari bahwa pemulihan bagi seorang
pecandu tidak hanya bersifat fisik saja, tetapi juga harus mencakup
ketiga aspek lainnya sebelum pemulihan itu dapat dianggap sebagai suatu
pemulihan yang sebenarnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar