DAMPAK MENTAL
Selain ketergantungan fisik, terjadi juga ketergantungan mental.
Ketergantungan mental ini lebih susah untuk dipulihkan daripada
ketergantungan fisik. Ketergantungan yang dialami secara fisik akan
lewat setelah GPO diatasi, tetapi setelah itu akan muncul ketergantungan
mental, dalam bentuk yang dikenal dengan istilah ‘sugesti’. Orang
seringkali menganggap bahwa sakaw dan sugesti adalah hal yang sama, ini
adalah anggapan yang salah. Sakaw bersifat fisik, dan merupakan istilah
lain untuk Gejala Putus Obat, sedangkan sugesti adalah ketergantungan
mental, berupa munculnya keinginan untuk kembali menggunakan narkoba.
Sugesti ini tidak akan hilang saat tubuh sudah kembali berfungsi secara
normal.
Sugesti ini bisa digambarkan sebagai suara-suara yang menggema di dalam
kepala seorang pecandu yang menyuruhnya untuk menggunakan narkoba.
Sugesti seringkali menyebabkan terjadinya 'perang' dalam diri seorang
pecandu, karena di satu sisi ada bagian dirinya yang sangat ingin
menggunakan narkoba, sementara ada bagian lain dalam dirinya yang
mencegahnya. Peperangan ini sangat melelahkan... Bayangkan saja bila
Anda harus berperang melawan diri Anda sendiri, dan Anda sama sekali
tidak bisa sembunyi dari suara-suara itu karena tidak ada tempat dimana
Anda bisa sembunyi dari diri Anda sendiri... dan tak jarang bagian
dirinya yang ingin menggunakan narkoba-lah yang menang dalam peperangan
ini. Suara-suara ini seringkali begitu kencang sehingga ia tidak lagi
menggunakan akal sehat karena pikirannya sudah terobsesi dengan narkoba
dan nikmatnya efek dari menggunakan narkoba. Sugesti inilah yang
seringkali menyebabkan pecandu relapse. Sugesti ini tidak bisa hilang
dan tidak bisa disembuhkan, karena inilah yang membedakan seorang
pecandu dengan orang-orang yang bukan pecandu. Orang-orang yang bukan
pecandu dapat menghentikan penggunaannya kapan saja, tanpa ada sugesti,
tetapi para pecandu akan tetap memiliki sugesti bahkan saat hidupnya
sudah bisa dibilang normal kembali. Sugesti memang tidak bisa
disembuhkan, tetapi kita dapat merubah cara kita bereaksi atau merespon
terhadap sugesti itu.
Dampak mental yang lain adalah pikiran dan perilaku obsesif kompulsif,
serta tindakan impulsive. Pikiran seorang pecandu menjadi terobsesi
pada narkoba dan penggunaan narkoba. Narkoba adalah satu-satunya hal
yang ada didalam pikirannya. Ia akan menggunakan semua daya pikirannya
untuk memikirkan cara yang tercepat untuk mendapatkan uang untuk
membeli narkoba. Tetapi ia tidak pernah memikirkan dampak dari
tindakan yang dilakukannya, seperti mencuri, berbohong, atau sharing
needle karena perilakunya selalu impulsive, tanpa pernah dipikirkan
terlebih dahulu.
Ia juga selalu berpikir dan berperilaku kompulsif, dalam artian ia
selalu mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama. Misalnya, seorang
pecandu yang sudah keluar dari sebuah tempat pemulihan sudah mengetahui
bahwa ia tidak bisa mengendalikan penggunaan narkobanya, tetapi saat
sugestinya muncul, ia akan berpikir bahwa mungkin sekarang ia sudah bisa
mengendalikan penggunaannya, dan akhirnya kembali menggunakan narkoba
hanya untuk menemukan bahwa ia memang tidak bisa mengendalikan
penggunaannya! Bisa dikatakan bahwa dampak mental dari narkoba adalah
mematikan akal sehat para penggunanya, terutama yang sudah dalam tahap
kecanduan. Ini semua membuktikan bahwa penyakit adiksi adalah penyakit
yang licik, dan sangat berbahaya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar