"Ini murni hasil investigasi kami. Apa yang terjadi di lapangan, itulah
faktanya," kata dia menanggapi unjuk rasa para penjual bakso dari
Tangerang. Ia menyangkal liputan jika tersebut ditayangkan berulang-ulang.
Penayangan sempat diulang, kata Ichwan, pada acara berbeda dengan
segmentasi yang tidak sama. Tayangan berita bakso tikus itu sudah
dihentikan sejak tiga hari lalu. Pedagang bakso dari Tanggerang tiba kantor Trans TV sekitar pukul 12.30
WIB. Mereka langsung memasuki halaman kantor dan meminta bertemu dengan
pimpinan stasiun TV di kawasan Mampang, Jakarta Selatan itu.
Para pedagang menilai pemberitaan bakso tikus di Trans TV berlebihan
karena diulang-ulang. Akibatnya, masyarakat jadi enggan membeli bakso
dan mereka nyaris bangkrut.
Gino, pedagang daging untuk bakso, mengaku usahanya kini terancam
bangkrut. Biasanya sehari dia bisa menjual 100 kilogram daging sapi
untuk bakso, dalam beberapa hari terakhir 20 kilogram daging sapi baru
habis setelah 2 hari.
"Pemberitaan itu menurunkan omzet kami, banyak masyarakat yang takut beli bakso," ungkapnya. Yudha Setiawan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar