Minggu, 17 November 2013

Investigasi Bakso Tikus

"Ini murni hasil investigasi kami. Apa yang terjadi di lapangan, itulah faktanya," kata dia menanggapi unjuk rasa para penjual bakso dari Tangerang.  Ia menyangkal liputan jika tersebut ditayangkan berulang-ulang. Penayangan sempat diulang, kata Ichwan, pada acara berbeda dengan segmentasi yang tidak sama. Tayangan berita bakso tikus itu sudah dihentikan sejak tiga hari lalu. Pedagang bakso dari Tanggerang tiba kantor Trans TV sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka langsung memasuki halaman kantor dan meminta bertemu dengan pimpinan stasiun TV di kawasan Mampang, Jakarta Selatan itu.

Para pedagang menilai pemberitaan bakso tikus di Trans TV berlebihan karena diulang-ulang. Akibatnya, masyarakat jadi enggan membeli bakso dan mereka nyaris bangkrut.

Gino, pedagang daging untuk bakso, mengaku usahanya kini terancam bangkrut. Biasanya sehari dia bisa menjual 100 kilogram daging sapi untuk bakso, dalam beberapa hari terakhir 20 kilogram daging sapi baru habis setelah 2 hari.

"Pemberitaan itu menurunkan omzet kami, banyak masyarakat yang takut beli bakso," ungkapnya. Yudha Setiawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar